Crash4Race - MotoGP, Berita MotoGP Terbaru, Berita MotoGP Hari Ini, MotoGP Indonesia, MotoGP Live Streaming, Jadwal MotoGP, MotoGP Result, Video MotoGP Full Race

Lorenzo Sangat Yakin Bisa Tampil Kompetitif di Assen

Lorenzo menang bersama Ducati
Jorge Lorenzo yang diyakini sebagai rider termahal tahun ini yakin ia bisa tampi lebih kompetitif kali ini. Menurut Lorenzo kemenangan Dovizioso minggu lalu sangat memberi manfaat untuk motor Ducati.

Sejak Lorenzo pindah ke Ducati tahun ini Lorenzo masih sekali menginjak podium. Berbagai masalah dialaminya dengan Ducati. Begitu juga perubahannya. Mulai dari fairing, aerodinamis, sasis, sampai jok sadel pun dirubah oleh Lorenzo.

Namun semua itu belum terlalu berpengaruh ke karir Lorenzo. Namun Lorenzo enggan pesimis. Menurutnya di Assen kali ini ia bisa lebih kompetitif.

"Kemenangan beruntun yang diraih oleh Dovi adalah salah satu bukti bahwa Ducati adalah motor kempetitif. Saya senang dengan hasil yang diraih Dovi. Di Assen nanti kami akan memulai dari nol. Saya yakin saya bisa lebih kompetitif disini." Ucapnya dikutip dari MotoGP
Baca juga: "Arti Pit Board Pedrosa"

Namun disamping Lorenzo yakin ia bisa tampil kompetitif, Lorenzo juga khawatir dengan cuaca di Assen yang berubah-ubah dan berpotensi hujan.

"Saya sedikit khawatir dengan cuaca disini. Cuaca di Assen sangat tidak menentu. Pagi hujan, sore bisa saja panas. Tentu ini akan menyulitkan kami dalam mengambil data dan membuat keputusan mengenai ban." Tambahnya

Di Assen Lorenzo sudah meraih 4 kali kemenangan. Pertama saat ia di Moto3 tahun 2004, Moto2 2006-2007, dan MotoGP pada tahun 2010.
Baca juga: "Jadwal MotoGP 2017"

Arti Pit Board Pedrosa

Arti Pit Board Pedrosa
Pit Board adalah papan yang digunakan oleh kru/teknisi untuk menginformasikan segala hal yang menyangkut balapan kepada pembalap. Dalam MotoGP sendiri masih menggunakan pit board, sedangkan di F1 sudah menggunakan sistem radio dimana pembalap bisa langsung berbicara dengan tim yang berada di pit lane.

Dalam pit board banyak hal yang di infokan ke pembalap. Mulai dari GAP, perubahan strategi, perintah-perintah tertentu, kode penyemangat, dan lain-lain. Penggunaan pit board sendiri sangat penting, karena pembalap hanya bisa mendapat informasi mengenai balapannya dari pit board tersebut.

Dari semua kode kode pit board yang ada, menurut saya yang paling unik adalah milik Dani Pedrosa. Bagaimana tidak? Terkadang dalam pit board Dani Pedrosa hanya tertulis satu huruf seperti "T". Tentu saja kode tersebut hanya dimengerti oleh tim Pedrosa. Tapi ada beberapa kode yang sempat diketahui publik. Pengen tau juga? Check this out!

1. T

Arti Pit Board Pedrosa

Kode ini diberikan kepada Pedrosa untuk pertama kali pada balapan Silverstone 2013. Kode ini diambil dari bahasa keseharian Pedrosa yaitu bahasa Spanyol. T diambil dari kata Tirar yang berarti push dalam bahasa Inggris. Secara tidak langsung kode ini memerintahkan Pedrosa untuk lebih mem-push motornya.
2. TTNUM

Arti Pit Board Pedrosa
Kode ini sangat sering digunakan saat ini oleh kru Pedrosa. Bahkan di beberapa race 2017 kita juga sempat melihat kode ini. Kode ini merupakan singkatan dari sebuah kalimat yaitu "Time to twist, now use more!" yang artinya tim memperintahkan Pedrosa untuk mem-push habis motornya. Kode ini biasanya digunakan ketika Pedrosa berhasil memangkas gap dan bersiap untuk meng-overtake.
3. TTTTTT & D..B..A

Arti Pit Board Pedrosa

Kode ini merupakan kode penyemangat sekaligus memberi informasi bahwa Pedrosa dalam kondisi duel sengit, musuh dalam GAP kurang dari 0.2s. TTTTTT merupakan kode yang berarti Pedrosa dalam kondisi duel dan lawan berada 1 ban dibelakang Pedrosa, sedangkan DBA berarti "Dio Bono Accelera!" yang berarti tambah terus akselerasimu. Kode ini sempat muncul di Aragon 2015 dimana saat itu Pedrosa berduel sengit dengan Rossi.


4. ZZZZZZZ
Pada awal MotoGP Motegi 2015 silam terjadi batle sengit antara Lorenzo dan Rossi. Kondisi trek yang sedang diguyur hujan deras menjadi tantangan tersendiri untuk semua rider tak terkecuali Pedrosa. Di awal hingga pertengahan race Rossi dan Lorenzo tak henti-hentinya saling overtake.

Batle antara Rossi dan Lorenzo dikejutkan oleh kedatangan Pedrosa dari belakang dengan lap time yang sangat fantastis saat itu. Dimana Pedrosa mencatatkan lap time lebih cepat 1 detik dari Rossi dan Lorenzo. Setelah hal itu terjadi muncul kode "ZZZZZZ" dalam pit board Pedrosa.

Arti dari kode ini adalah "Jikapun Pedrosa tidur Rossi dan Lorenzo tidak bisa menyalip Pedrosa." Hal tersebut terjadi lantaran ban Rossi dan Lorenzo habis lebih dulu ketimbang ban Pedrosa. Sehingga membuat Pedrosa tetap cepat hingga akhir race.

5. DAL! PICCOLETTO

Arti Pit Board Pedrosa
Untuk kode yang satu ini baru muncul di GP Jerez beberapa bulan yang lalu. Tepatnya saat Pedrosa berusaha menjauh dari rider dibelakangnya. Di race ini juga Pedrosa berhasil menang dengan metode yang sama dari race sebelumnya, yaitu membuat gap yang jauh dengan rider dibelakangnya.

DAL! PICCOLETTO sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "From the litle" atau bila dalam bahasa Indonesia adalah "Dari si Kecil". Tentu saja si kecil yang dimaksud disini adalah Pedrosa. Yang jika diartikan bahwa kemanangan timnya datang dari Pedrosa yang berbadan mungil. Sementara untuk penyebab kenapa bahasa Italia yang dipilih Pedrosa, kenapa bukan Spanyol? Mengingat Pedrosa berasal dari Spanyol bukan Italia. Mungkin untuk sindiran pembalap Italia? Hmm mungkin saja.

Cukup sekian dulu artikel kami. Tetap pantengin Crash4Race untuk berita-berita unik tentang MotoGP! 

Rossi: "Aku belum berencana pindah dari Yamaha, dan Yamaha tidak pernah memberi tawaran Marquez sampai saat ini."

Isu Kepindahan Valentino Rossi ke Yamaha
Setelah GP Catalunya pekan lalu, para penggemar MotoGP dihebohkan dengan beberapa isu yang menyatakan bahwa Valentino Rossi ingin tinggalkan Yamaha dan melanjutkan karirnya bersama Suzuki. Selain itu juga ada isu yang mengatakan bahwa Rossi marah kepada Yamaha karena Yamaha memberi tawaran Marquez dengan harga yang mahal

Namun faktanya tidak satupun dari isu tersebut benar. Dilansir dari situs MotoGP Italia Rossi mengatakan "Tidak mungkin aku melakukan itu. Besar kemungkinan aku pindah ke Suzuki. Yamaha telah berjasa besar kepadaku." - Jawab Rossi saat diwawancara mengenai isu yang menerpanya

Selain itu Rossi juga dimintai konfirmasi mengenai isu yang mengatakan bahwa dirinya marah kepada Yamaha karena Yamaha memberi tawaran Marquez dengan harga fantastis untuk bergabung dengan Yamaha. Dilansir dari situs berita asal Spanyol mengatakan bahwa "Rossi marah karena memberi tawaran Marquez sebesar 126 miliar untuk bergabung dengan Yamaha." Selain disitus asal Spanyol tersebut juga tertulis bahwa Rossi merasa marah karena sifat egoisnya yang tinggi.

"Yamaha memberi tawaran pada Marquez? Apakah anda serius? Kontrak saya dan Vinales berakhir pada akhir musim 2018. Sedangkan sekarang masih awal musim 2017. Ini belum waktu bursa transfer. Ini lucu sekali. Yamaha tidak mungkin melakukan itu."

Baca juga: "Arti Pit Board Pedrosa"

"Jika memang hal itu terjadi kenapa saya harus marah? Hal itu tidak mempengaruhi diriku. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan diriku. Jika masalah harga kontrak, saya tidak terlalu bermasalah. Karena penghasilanku tidak hanya dari MotoGP. Banyak dari sponsor juga. Saya disini (MotoGP) bukan karena uang, tapi karena hobi (Balapan)." Tutup Rossi.

Jadi bisa disimpulkan bahwa isu yang akhir-akhir ini muncul itu semua tidak benar. Selain bersifat tidak benar isu-isu tersebut juga bersifat menjatuhkan nama baik Valentino Rossi. Sebelum anda mempercayai sebuah berita ada baiknya anda mencari berita dengan sumber yang jelas dan dapat dipercaya agar anda tidak termakan hoax. Terima kasih.

Lorenzo: "Mereka yang Menghinaku, Terlalu Cepat Berbicara Hingga Menelan Ludahnya Sendiri."

Lorenzo Menang di GP Jerez 2017
Hasil bagus diraih Lorenzo di Jerez hari minggu lalu. Lorenzo berada di podium ketiga bersama Pedrosa di pos 1 dan Marquez di pos 3. Sedangkan Vinales dan Rossi berada di belakangnya.

Menurut Lorenzo para hatersnya yang berspekulasi bahwa ia akan gagal bersama Ducati telah berbicara terlalu dini. Sehingga ketika Lorenzo mendapat hasil bagus bersama Ducati mereka seakan-akan menelan ludahnya sendiri. "Anda tidak perlu meragukan gaya balap saya, mentalitas saya, dan beberapa orang berspekulasi tentangku terlalu dini yang pada akhirnya mereka menelan ludahnya sendiri." Kata Lorenzo

"Anda tidak perlu meragukan semua pembalap yang ada di kelas MotoGP, karena mereka semua pembalap terbaik di dunia. Semuanya berpotensi untuk ada di depan, khususnya mereka yang sudah memenangkan banyak title dan podium." Imbuh Lorenzo

Lorenzo yang berusia 30 tahun saat membalap di Jerez, mempersembahkan hasil terbaiknya bersama Ducati untuk ulang tahunnnya.

"Ini adalah persembahan sekaligus hadiah terbaik dari saya bersama Ducati. Ini lebih dari sebuah kemenangan, kita tahu bahwa basis riding style saya adalah Yamaha. Saya cukup kesulitan di awal musim, namun semua itu bisa kami perbaiki saat ini."

"Saya mulai menyalip pembalap lain dan kecepatan balapan cukup lambat karena panas dan saya bisa membawa pengendara sedikit demi sedikit. Saya tinggal di belakang Zarco dan saya mengambil beberapa lap untuk menyusulnya dan ketika saya menyusulnya, sulit untuk pergi. Akhirnya di lap terakhir, mungkin karena ban saya sedikit lebih baik, saya bisa lolos dan menikmati hasil yang sangat bagus ini untuk saya dan tim. "

Lorenzo mengaku telah meluangkan waktu untuk beradaptasi dengan Desmosedici namun merasa tempat keenamnya di Austin merupakan momen terobosan.

"Saya bilang pada hari Kamis itu kombinasi dari banyak hal, terutama kilometer, yang saya butuh banyak dengan motor ini karena memang spesial. Ketika saya bergabung pada 2008 di MotoGP tiba-tiba saya cepat karena motornya dibuat untuk menunggang saya, tapi dalam kategori lain butuh waktu lama untuk mengerti hal-hal tertentu dan dengan motor ini hal itu terjadi lebih banyak, "katanya.

"Di Austin kami banyak berjuang, semua pembalap Ducati. Kami tidak berharap bisa menderita begitu banyak karena terutama dengan winglet di masa lalu, Ducati sangat kuat namun tanpa sayap kami banyak berjuang keras untuk mempertahankan barisan depan dan semua pembalap Ducati sangat jauh dari Yamaha dan Honda. .

"Ngomong-ngomong, saya terus beradaptasi dengan motor dan membuat kilometer, belajar cara berhenti dengan rem belakang. Di Q1, dengan ban baru, saya terdorong sedikit lebih dan lebih agresif dan waktu putarannya tiba, jadi di Q2 saya mendorongnya lebih keras lagi dan berhasil dan saya finis di urutan keenam di jalur yang sulit, "tambah Lorenzo.

"Di sini, di jalur yang bagus untuk saya, saya bisa mendorong dan merasa lebih baik dari awal pada hari Jumat dan terus memperbaiki diri dalam setiap latihan. Perlombaan itu lebih baik dari perkiraan saya karena kecepatan balapannya lambat dan saya bisa menyalip lebih banyak pembalap daripada yang saya harapkan. "

Ketika ditanya kapan dia merasakan sebuah mimbar berada di dalam genggamannya di Jerez, Lorenzo mengatakan bahwa dia menyadari tiga finish teratas saat dia mulai menutup celah Zarco.

"Mungkin aku sadar saat aku menangkap Zarco. Pada saat itu Anda berfokus untuk berkuda, tapi Anda tidak tahu posisi mana yang paling realistis: mungkin Zarco akan mulai pergi, mungkin Anda sedang mengejar ketinggalan.

"Ketika saya sedang mengejar saya berpikir, 'mungkin saya bisa finis di podium'. Saya tinggal lima atau tujuh lap untuk melihat dan sulit untuk tetap percaya saat saya lelah sehingga saya bisa lolos, tapi akhirnya saya melihat +0,3, +0,5 dan saya mencoba mendorong lebih keras lagi dengan motor yang bergerak dan akhirnya kami bisa pergi. , +1 detik dan +1.3.

Rossi: "Aku Terlalu Cepat di Turn 10, Itu Kesalahanku. Selamat Untuk Marc!"

Rossi Motegi 2016
Kita tahu bahwa Rossi crash pada race Motegi 2016, hal ini tentu sangat mengejutkan. Dimana mulai dari sesi free practice sampai kualifikasi penampilan Rossi cukup baik dengan kondisinya yang sedang tidak fit (demam). Rossi mengaku pada crash ini, dia sendiri penyebabnya.

"Di lap-lap awal aku mendapatkan feel dengan motorku, aku cukup baik dengan hal itu. Namun ketika aku memperkecil gap dengan Marquez, aku terlalu cepat ketika masuk ke turn 10 hingga mengakitbatkan ban depanku kehilangan grip."


"Aku rasa problemku dengan Jorge sama, kita sama-sama ceroboh, aku melihat Jorge crash di turn 9, dimana dia terlalu dalam saat memasuki turn 9 dan motor dia mengalami front-end. Untuk balapan kedepannya, mungkin aku akan memperebutkan runner-up dengan Jorge, dan selamat untuk Marquez."

Itulah yang dikatakan Rossi sesudah race di Motegi beberapa saat yang lalu. Dengan hasil ini Marquez telah mengunci gelar juara dunianya. Dan salut untuk The Doctor yang tetap respect ke Marquez. Salut The Doctor!
Baca juga: Penyebab Rossi Crash, Dovizioso: "Rossi Terlalu Mempush Limit Motornya!"