2016 - Crash4Race

Rossi: "Aku Terlalu Cepat di Turn 10, Itu Kesalahanku. Selamat Untuk Marc!"

Rossi Motegi 2016
Kita tahu bahwa Rossi crash pada race Motegi 2016, hal ini tentu sangat mengejutkan. Dimana mulai dari sesi free practice sampai kualifikasi penampilan Rossi cukup baik dengan kondisinya yang sedang tidak fit (demam). Rossi mengaku pada crash ini, dia sendiri penyebabnya.

"Di lap-lap awal aku mendapatkan feel dengan motorku, aku cukup baik dengan hal itu. Namun ketika aku memperkecil gap dengan Marquez, aku terlalu cepat ketika masuk ke turn 10 hingga mengakitbatkan ban depanku kehilangan grip."


"Aku rasa problemku dengan Jorge sama, kita sama-sama ceroboh, aku melihat Jorge crash di turn 9, dimana dia terlalu dalam saat memasuki turn 9 dan motor dia mengalami front-end. Untuk balapan kedepannya, mungkin aku akan memperebutkan runner-up dengan Jorge, dan selamat untuk Marquez."

Itulah yang dikatakan Rossi sesudah race di Motegi beberapa saat yang lalu. Dengan hasil ini Marquez telah mengunci gelar juara dunianya. Dan salut untuk The Doctor yang tetap respect ke Marquez. Salut The Doctor!
Baca juga: Penyebab Rossi Crash, Dovizioso: "Rossi Terlalu Mempush Limit Motornya!"

Penyebab Rossi Crash, Dovizioso: "Rossi Terlalu Mempush Limit Motornya!"

Penyebab Rossi Crash Menurut Dovizioso
Valentino crash, Lorenzo crash, padahal hanya dua rider tersebut yang mampu menghadang Marquez merebut World Championship 2016. Di Motegi hari ini, dua hal mengejutkan datang dari kubu Yamaha Factory Team dimana kedua ridernya DNF.

Kedua rider tersebut terlibat batle diawal-awal lap dengan Marquez. Ketiganya melakukan batle dengan sangat rapih dan agresif. Namun setelah beberapa saat, dimana posisi menjadi Marquez - Rossi - Lorenzo, Rossi mendadak crash. Menurut Dovizioso crash tersebut diakibatkan karena Rossi terlalu mempush limit motornya.

"Di awal lap aku melihat Rossi dan Marquez batle, setelah itu ganti Lorenzo batle dengan Rossi. Saat Rossi berada di posisi dua dan mencoba merperkecil GAPnya dengan Marquez, Rossi terlihat sangat power full. Hingga pada saat dia memasuki turn 10 dia terlalu cepat dan kehilangan grip ban depannya. Sejak saat itu aku mencoba mengendarai Desmoku dengan halus dan hati-hati."

"Selain itu ketika aku berada di belakang Lorenzo, Lorenzo juga terlalu terburu-buru. Jelas sekali saat memasuki turn 9 dia melakukan kesalahan, dia terlalu masuk kedalam hingga mengakibatkan front-end." Jawab Dovi setelah race berakhir.
Raihan Poin Sementara Setelah Race Motegi
Dengan hasil ini juara dunia 2016 sudah di depan mata Marquez, di next race Marquez hanya butuh balapan dan tidak DNF. GAP poin saat ini Rossi, -77, sedangkan Lorenzo -91 dari Marquez.
Baca juga: Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang Hanya Rp. 2.700.000,- (Kualifikasi dan Live Race)

Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang Hanya Rp. 2.700.000,- (Kualifikasi dan Live Race)

Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang 2016
Siapa yang tidak mau nonton MotoGP secara langsung di sikuit Sepang hanya dengan Rp. 2.700.000,-? Ya, promo ini nyata bukan palsu. Promo ini diadakan oleh Team LiburanHemat. Dalam tur ini anda tidak hanya menonton MotoGP, namun juga mengunjungi berbagai macam wisata di Malaysia seperti Cocoa Boutique Big Cafe, Twin Tower, King Palace, Indepedence Square, Monumen Nasional Mayalsia, Masjid Nasional, dan lain-lain.

Dalam paket tour ini anda akan mendapatkan pelayanan spesial dalam waktu 4 hari 3 malam. Anda juga tidak hanya dapat tiket race, melainkan tiket kualifikasi 1 dan 2 juga. Dan tidak lupa juga sobat akan dapat jatah makan minimal 2x/hari. Berikut adalah jadwal jika anda mengambil paket tour MotoGP Sepang kali ini.


1. Hari Pertama (Jum'at)
  • Sobat dijemput oleh team di Bandara Kuala Lumpur. 
  • Wisata Tour ke Cocoa Boutique Big Cafe, Twin Tower, King Palace, Indepedence Square, Monumen Nasional Mayalsia, Masjid Nasional.
  • Program bebas di Bukit Bintang.
  • Makan Malam di cafe lokal.
  • Checkin hotel
2. Hari Kedua (Sabtu)
  • Makan pagi di hotel
  • Transfer menuju sirkuit Sepang untuk menonton kualifikasi MotoGP
  • Sore hari makan di restoran setempat
  • Kembali ke hotel
3. Hari Ketiga (Minggu)
  • Makan pagi di hotel
  • Transfer menuju sirkuit Sepang untuk menonton Race MotoGP
  • Makan siang di restoran setempat (Biaya individu)
  • Kembali ke hotel
  • Acara bebas sampai di jemput team untuk makan malam
4. Hari Keempat (Senin)
  • Makan pagi
  • Transfer menuju bandara Kuala Lumpur untuk kembali ke Indonesia
Gimana, seru kan? Hanya dengan biaya mulai Rp. 2.700.000,- anda dapat menyaksikan live race MotoGP Sepang 2016 dengan berbagai macam pelayanan spesial. Bagi anda yang berminat membeli, booking paket tour ini atau hanya ingin beli tiket MotoGP Sepang 2016 silahkan hubungi telp 0361 8956014/13 fax 0361 8956015. 

Rekor Terbaru Valentino Rossi Diusia 37 Tahun


Kita tahu bahwa sampai saat ini Valentino Rossi masih tetap berkecimpung di dunia balap motor khususnya di MotoGP. Saat ini usia Valentino 37 tahun dan berada di urutan ke-9 pembalap tertua yang berada di MotoGP.

Namun ada yang membedakan antara Valentino dengan pembalap tertua lainnya, yaitu skillnya. Dari skillnya itulah Rossi membuat rekor baru sebagai "Top 9 Pembalap Tertua Yang Pernah Naik Podium" menggeser pemegang rekor sebelumnya yaitu Phil Read.

Rekor tersebut didapatkan Rossi ketika menang di Jerez pada putaran awal MotoGP musim ini. Dengan usia 37 tahun 68 hari (Jerez 2016) Rossi masih mampu finish di urutan pertama. Di abad ke 20 baru Valentino yang bisa melakukan hal ini, pembalap lain seperti Biaggi, Gibernau, Capirex, dll tidak dapat melakukan hal semacam ini dengan berbagai alasan.

Sementara untuk pemegang rekor diurutan paling atas adalah Ferguson Anderson dengan umur 44 tahun 237 hari (Montjuic. 1953). Namun Anderson hanya dapat beberapa kali naik podium, dan tidak pernah podium pernah sejak umurnya menginjak 37 tahun.

So, untuk kalian yang pembalap favorit kalian masih muda, jangan gembira dulu dengan prestasinya saat ini. Siapa tahu masih usia 30an sudah pensiun dini seperti Stoner. Bangga boleh, sombong jangan. Semoga informasi di atas bermanfaat, jangan lupa share!
Baca juga: "Matteo: "Peluang Rossi Juara Dunia Hanya 5%, Tapi Bukan Berarti Mustahil."

Matteo: "Peluang Rossi Juara Dunia Hanya 5%, Tapi Bukan Berarti Mustahil."

Peluang Juara Dunia Rossi
Beberapa waktu yang lalu, ketika race Aragon berakhir dengan kemenangan Marc Marquez, Matteo berpendapat bahwa gelar juara dunia tahun ini 95% akan didapatkan oleh Marquez. Bukan hanya Matteo saja, bahkan Lucy Wiyono juga setuju dengan pendapat Matteo Guerinoni.

"Dengan hasil race ini, saya yakin 95% gelar juara dunia tahun ini akan diraih oleh Marquez. Mengapa begitu? karena GAP poin antara Rossi dan Marquez makin menjauh setelah race Aragon. Tapi bukan berarti mustahil menjadi juara dunia bagi Valentino, kita tahu siapa Valentino, tidak semudah itu mengalahkan optimisme Rossi."
Ucap Matteo saat membawakan acara MotoGP di Trans 7

Jika dikatakan kemungkinannya 95% artinya Rossi hanya punya peluang 5%. What? 5%. Seperti mustahil sekali. Tapi menurut Matteo, Rossi juga tidak akan pasrah begitu saja. Ya, walaupun seusai race kemarin Rossi berkata dia akan bermain race by race saja.

"Saya begitu menguras habis ban belakang saya di lap-lap awal, sehingga ketika akhir race, ban belakang saya kehabisan grip. Ban saya selalu spin ketika keluar tikungan, hal itu diperparah kesalahan saya di 2 lap terakhir dimana saya mencoba melakukan overtake kepada Lorenzo namun saya terlambat melakukan pengereman. Dan hasil ini membuat GAP poinku dengan Marquez kembali jauh, mungkin race selanjutnya saya akan race by race saja." Klarifikasi langsung dari Valentino setelah race Aragon

Karena hal itulah Rossi mendapat poin sangat sedikit, dan akibatnya GAP poin Marquez dan Rossi lebih menjauh lagi. Dan sekarang kendali juara dunia ada di tangan Marquez, semua tergantung pada Marquez sendiri. Jika ia disisa race bisa tetap jaga jarak dengan Rossi, dapat dipastikan Marquez juara dunia. Tetapi jika dalam sisa race, Marquez DNF 2x saja otomatis World Championship 2016 kembali menjadi misteri.

Jika hal itu benar terjadi, bukan hanya Rossi yang berpeluang mendapat gelar juara dunia, namun Jorge Lorenzo juga. Dan disaat itu juga, MotoGP akan menjadi seru, dimana batle mati-matian akan diperlihatkan oleh masing-masing rider. Admin sendiripun berharap hal ini terjadi, dan yang terpenting setiap rider tetap fairplay, jangan sampai kejadian tahun lalu kembali terjadi.

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Jorge Lorenzo bisa dikatakan gagal dalam race kemarin di Brno. Bagaimana tidak? Ia start dari posisi kedua dan terpental keluar dari 10 besar, dan berakhir di posisi buncit dengan overlap Cal. Karena itulah bisa dikatakan Lorenzo gagal meraih poin dalam race kali ini, padahal sepeser poin itu sangat penting bagi Lorenzo.

Hasil buruk tersebut diakibatkan oleh Lorenzo sendiri. Dimana Lorenzo mengganti motor diluar jadwal kesepakatan tim. Bisa dikatakan tim/mekanik Lorenzo belum memberi intruksi untuk Lorenzo untuk masuk pit mengganti motor, namun Lorenzo secara tiba-tiba masuk ke pit.

Saat masuk pit, Lorenzo juga terlihat marah-marah kepada tim dan mekaniknya. Tentu saja ini membuat mekanik Lorenzo bingung. "Sebenernya apa yang salah dari motor Lorenzo?" Mungkin hal itu yang keluar dari pikiran mekanik Lorenzo.

Mengapa mekanik Lorenzo kebingungan dengan Lorenzo yang mengganti motornya diluar jadwal? Karena dalam strategi Lorenzo tidak ada jadwal mengganti ban motor Lorenzo kecuali motor Lorenzo mengalami kerusakan mesin. Motor Lorenzo menggunakan strategi ban yang sama dengan Rossi, yaitu depan Soft dan belakang Hard.

Setelah kami mencari info dari konfrensi pers setelah race di Brno, kami menemukan alasan mengapa Lorenzo mengganti motor di luar jadwal. "Saat balapan menyisakan 7 lap, aku merasa banku kehabisan grip dan tidak stabil lagi. Memang jika dilihat dari luar banku masih baik-baik saja. Namun jika anda berada di atas motor itu, itu sudah sangat buruk." Klarifikasi langsung dari Lorenzo.

Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa Lorenzo mengganti motornya di luar jadwal tim. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi? Kan sama komposisi ban antara Rossi dan Lorenzo. Saya akan membahas kembali hal itu di artikel berikutnya. Tetap stay di Crash4Race guys.

Ketika Rossi Menggunakan Strategi Jenius Untuk Membungkam Lawannya #MotoGPBrno2016


Buat para Rossifumi pasti sangat bahagia melihat hasil MotoGP kali ini. Bagaimana tidak, strategi jenius Valentino Rossi keluar dalam race kali ini. Start dari grid kedua, terpental jauh di lap pertama, namun semua itu bukan beban bagi Rossi.

Rossi menggunakan strategi seperti yang ia lakukan saat seri MotoGP di Qatar 2015. Ia mempermainkan ban motornya. Saat rider lain berbondong-bondong menggunakan ban tipe soft (depan) - Soft (belakang) namun Rossi malah menggunakan Soft - Hard. Sebenernya ban tipe ini juga dipakai oleh Jorge Lorenzo. Tapi entah mengapa Lorenzo tercecer di belakang Rossi dan justru malah merubah strateginya di akhir-akhir lap.

Kita tahu bahwa Rossi tercecer di lap-lap awal, itu wajar karena ia menggunakan ban belakang hard, yang pasti akan jauh lebih lambat ketimbang pembalap lain yang menggunakan ban belakang soft. Namun ban ini memberi keuntungan bagi Rossi karena ketika pembalap lain yang menggunakan ban soft kehabisan grip, Rossi masih bisa menggeber habis-habisan motornya.

Di lap-lap awal Rossi sudah di overtake lebih dari 1 rider, dan berada di posisi ke 12. Tidak berhenti disitu, Rossi masih di overtake oleh rider lain sampai terakhir berada di posisi ke 13. Dan setelah itu lap demi lap Rossi lewati. Satu demi satu rider di lewati. Mulai dari Dani Pedrosa, Vinales, Pol Espargaro, Marquez, Iannone, Dll.

Namun yang aneh disini adalah keberadaan Lorenzo, dimana ia menggunakan startegi yang sama seperti Rossi namun tidak dapat menyamai posisi Rossi. Lorenzo juga menggunakan ban Soft - Hard. Dan yang lebih aneh lagi, mengapa Lorenzo masuk ke pit mengganti motor padahal grip ban dia masih baik-baik saja.

Dan akibatnya adalah Lorenzo finish di posisi terakhir dan sempat di overlap oleh Crutchlow yang berada di posisi pertama. Entah ada problem dengan motornya atau mungkin yang lain, sampai saat ini belum ada klarifikasi dari Lorenzo.

Dengan hasil ini Valentino Rossi naik ke posisi kedua dengan poin 144, dan Marquez tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 197, sementara Lorenzo turun ke posisi ketiga dengan poin 138.

Crutchlow: "Ini Hadiah Untuk Lucy dan Bayiku."

Cal Cruthlow
Hal luar biasa terjadi dalam seri MotoGP Brno 2016. Banyak hal yang tak terduga. Mulai dari Crutchlow yang menjadi pemenang pada seri ini, hingga skenario jenius Valentino Rossi. Untuk pertama kalinya Crutchlow menjadi pemenang di kelas MotoGP.
Untuk pertama kalinya sejak bergabung di MotoGP Crutchlow meraih victory. Dan bertepatan dengan pertama kalinya Crutchlow meraih victory, ternyata tahun ini buah hati Cal lahir. Yups, kita tahu bahwa Cal menjadi pasangan sejoli dengan Lucy Heron sejak 2014. Jadi victory Cal kali ini seperti kado terbesar untuk Lucy dan sang buah hati.

Selain itu Cal juga menjadi rider pertama dari Inggris yang meraih victory sejak terakhir pada 1981.
"Crutchlow becomes 1st British winner in top class since 1981, beating Rossi and Marquez." Kalimat itulah yang keluar dari Twitter AutoSport. 

Semua orang mengucapkan selamat pada Cal. Mulai dari V. Rossi, Marquez, dan CEO Dorna. Semua orang menyalami, memberi ucapan selamat. Dan terlihat juga seusai race tadi Cal langsung menhubungi sang kekasih (Lucy) via smartphonenya.

Good Job Cal, Keep Doing!

Marquez: "Andai Bahuku Baik-Baik Saja, Mungkin Hasilnya Akan Lebih Baik"


Setelah absen sejak 2010 akhirnya Ducati kembali memuncaki podium bersama Iannone dan Dovizioso. Namun dibalik keberhasilan Ducati ada sedikit masalah di kubu Honda. Honda seperti mengalami kesialan dalam seri kali ini. Dimana Pedrosa tidak mampu tampil dengan gemilang, sementara Marquez yang biasanya berkecimpung di 3 besar, kali ini ia hanya mampu berada di posisi kelima tepat di belakang Rossi.

"Andai saja bahu saya tidak mengalami masalah (cidera) mungkin hasil race kali ini akan lebih baik." Hal itulah yang diungkapkan Marquez setelah race di Austria hari ini.
Kita tahu bahwa Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 pada sesi latihan bebas ketiga.

Bahkan Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter karena cidera yang ia alami. Marquez mengalami cedera dislokasi bagu atau pergeseran tulang bahu. Namun cedera ini tidak begitu parah, terbukti dengan turunnya Marquez di sesi berikutnya hingga sesi race.

Dengan hasil ini Marquez tetap kokoh dipuncak klasemen dengan raihan poin 181, disusul oleh Jorge Lorenzo dengan poin 138, dan Valentino Rossi di posisi ketiga dengan perolehan poin sebesar 124. Bisa dikatakan memang masih jauh selisih poin Marquez dengan duo Yamaha. Tapi bukan berarti Marquez bisa bersantai-santai. Sebab, apapun bisa terjadi dalam dunia balap motor.

Hasil Kualifikasi : 3 Rider Italia Berada di Front Row #GPAustria

Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
"Three rider Italiano is great for us, and it will be interesting during the race later." Begitulah kalimat yang diucapkan Dovisiozo saat wawancara setelah kualifikasi berakhir. Sesuai apa yang dikatakan Dovi bahwa 3 rider Italia yakni Iannone, Valentino Rossi, dan Dovizioso berada di barisan depan di GP Austria nanti.

Iannone yang tampil memimpin sejak FP1 akhirnya mendapatkan hasil saat kualifikasi. Ia mendapatkan posisi pole dengan catatan waktu 1'23.142s. Sementara Rossi yang tepat berada  di belakang Iannone berhasil meraih posisi kedua dengan catatan waktu 1'23.289s atau terpaut 0.147s dari Iannone. Sementara Dovi sebagai penutup dibarisan terdepan menorehkan catatan waktu 1'23.298s.

Dengan begini race di Austria akan lebih menegangkan. Dimana Valentino Rossi akan diserbu oleh duo Ducati dengan powernya yang seperti jet. Sementara Lorenzo dan Marquez berada di posisi keempat dan kelima. Dimana Lorenzo mencatatkan waktu terbaiknya yaitu 1'23.361s dan Marquez 1'23.475s.

Berikut adalah statistik lengkap dari kualifikasi kedua di #GPAustria.

hasil kualifikasi motogp austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria

Marquez Diterbangkan Menggunakan Helikopter Akibat Kecelakaan Parah di Turn 3 #GPAustria

Marquez crash di latihan bebas GP Austria
Marquez crash di latihan bebas GP Austria

Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 sirkuit Austria. Akibat kecelakaan tersebut Marquez terancam tidak bisa mengikuti race di Red Bull Ring, Austria. Padahal sejak awal dibukanya sesi FP3 Marquez sudah memimpin lap time.

Kecelakaan ini mengakibatkan bahu kanan Marquez mengalami dislokasi/pergeseran. Setelah kecelakaan terlihat jelas Marquez memegangi bahu kanannya dengan penuh kesakitan. Bahkan karena parahnya Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter ke rumah sakit Leoben untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan ini terjadi murni karena kesalahan Marquez. Tidak ada sangkut paut dengan rider lain. Kecelakaan terjadi saat Marquez memasuki turn 3, ia melakukan hard brake yang begitu keras. Sehingga motornya slide terlalu lebar dan hampir menabrak Dani yang tepat berada di depan Marquez. Untung saja Marquez bisa menghindari hal itu, namun sayang Marquez harus terlempar dari motornya dan terjatuh. Saat terjatuh bahu kanan Marquez yang terlebih dulu jatuh. Terlebih lagi di turn 3 area gravel hanya berupa aspal keras, bukan pasir. Hal itu yang memperparah kondisi bahu kanan Marquez.

Belum ada konfirmasi dari pihak Marquez, apakah Marquez masih bisa lanjut atau absen dalam seri ini. Berikut adalah video detik-detik kecelakaan Marquez di sirkuit Austria.

Jikapun Ditawari Kontrak Oleh Ducati, Rossi Enggan Menerimanya

Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Menjelang GP Austria banyak berita bahwa bos Ducati Dall'igna tidak pernah ingin Valentino Rossi kembali ke Ducati. Jika kita pikir-pikir itu memang hal wajar, karena Ducati juga belajar dari masa lalu, dimana Rossi pernah gagal bersama Ducati.

Tapi pernahkah anda berfikir kalaupun Rossi diberi tawaran untuk gabung ke Ducati, apakah Rossi mau? Menurut saya Rossi akan menjawab "Tentu saja tidak." Mengapa? Rossi belajar dari masa lalu. Lalu faktor-faktor apa saja yang membuat Rossi enggan untuk kembali ke Ducati? Akan saya jabarkan dibawah.

- Belum Jelasnya Performa Motor Ducati

Kita tahu sejak ditinggalkan Stoner, motor Ducati seperti kehilangan kekuatannya. Ducati memang mempunyai power yang cukup tinggi, sampai-sampai pemegang rekor Top Speed MotoGP dipegang oleh Iannone dengan Desmosedici GP 16 di Mugello beberapa minggu yang lalu. Namun disisi lain, power tersebut seperti tombak balik untuk Ducati karena di brake Ducati tidak cukup kuat. Terlebih lagi Ducati sangat kesulitan di chicane corner. Karena hal itulah yang menjadi pertimbangan Rossi agar tetap di Yamaha.


- Belajar Dari Masa Lalu

Tidak dapat dipungkiri memang, Rossi gagal bersama Ducati. Banyak faktor yang mempengaruhi pada saat itu, mulai dari pengembangan mesin yang buruk, budget Ducati yang memang tipis di kala itu karena kurangnya sponsor, dll.


- Waktu Rossi Yang Tidak Cukup Untuk Mengembangkan Mesin Ducati

Kita tahu umur Rossi saat ini 37 tahun. Menurut perkiraan Rossi ia akan pensiun 2-4 tahun kedepan. Hal tersebut bisa saja membuat Rossi enggan ke Ducati. Mengapa? Kita tahu mesin Ducati masih mempunyai banyak problem. Jika saja Rossi teken kontrak dengan Ducati 2 musim, satu musim pertama untuk mengembangkan motor, lalu musim kedua untuk mengejar target Rossi meraih gelar ke 10-nya. Bisa saja, jika Rossi berhasil memperbaiki motor Ducati dalam satu musim. Bagaimana jika tidak? 

Sebenarnya masih banyak hal yang membuat Rossi enggan ke Ducati, tapi jika kita jabarkan satu per satu disini, mungkin artikel ini akan menjadi seperti lembaran sekripsi yang tiada habisnya. Semoga artikel diatas bermanfaat, and still in crash4race.

Oh iya satu lagi, jika anda ingin request sebuah artikel dari kami, misalnya artikel tentang "Sepang Clash" silahkan kunjungi fanspage kami di link dibawah. Silahkan anda komentar, lalu kami akan menerima request dari anda secepat mungkin. Kami akan membuat artikel yang sedetail dan sesuai fakta pastinya. Terima kasih.
Fanspage Offcial Kami : Fanspage Offcial Crash4Race
Baca juga : Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream
Apa Itu Slipstream
Pasti sudah tidak asing lagi kata Slipstream bagi para pecinta balapan. Baik itu balap motor, mobil, sepeda, atau mungkin pesawat jika ada. Slipstream bisa menjadi keuntungan untuk para rider. Mengapa bisa begitu? Baik akan saya jelaskan Apa itu Slipstream dibawah.

Apa itu Slipstream?


Dalam ilmu fisika/ilmiah Slipstream adalah ruang dibelakang benda yang sedang bergerak, sehingga ruang tersebut tidak terkena tekanan udara dari luar yang membuat benda yang berada di ruang slipstream tersebut dapat lebih cepat dari pada yang didepannya. Misalkan ada motor X yang berada didepan dengan kecepatan 170km/jam dan ada motor Y dengan kecepatan 170km/jam juga tapi motor Y berada di ruang slipstream. Motor manakan yang akan lebih cepat? Jawabannya adalah motor Y. Mengapa? Karena motor Y berada di ruang slipstream yang artinya motor Y mendapat lebih rendah tekanan udaranya.

Slipstream Menurut MotoGP

Pihak MotoGP juga punya definisi khusus tentang slipstream yang bunyinya "Melakukan slipstream adalah tindakan mengikuti pembalap lain di trek lurus, dan memanfaatkan ruang dibelakangnya untuk mendapatkan slipstream. Sehingga pembalap tersebut dapat menciptakan momentum untuk menyalip pembalap didepannya." Kurang lebih seperti itu isinya.

Contoh Penggunaan Slipstream

Salah satu contoh penggunaan slipstream dan berhasil adalah peristiwa The Last Slipstream Mugello 2016. Ya, pada last corner Jorge berada tepat dibelakang Marc namun pada saat finish Lorenzo lah yang berhasil menyentuh duluan. Kok bisa? Apakah masalah akselerasi Honda yang buruk? Bisa jadi. Tapi yang paling mencolok adalah penggunaan slipstream yang dimanfaatkan oleh Jorge Lorenzo.

Kesimpulan

Slipstream sangat vital sekali perannya di MotoGP maupun balap motor lainnya. Jika anda penonton MotoGP dari masa ke masa pasti anda tahu bagaimana pentingnya slipstream. Slipstream juga bisa menjadi obat penutup buruknya akselerasi motor.

Media Spanyol Berusaha Menjatuhkan Nama Baik Valentino Rossi

Berita MotoGP 2016

Beberapa hari yang lalu beredar berita bahwa Rossi telah menyususun strategi licik untuk mengalahkan Marc tahun ini. Tentu saja ini membuat seluruh fans Rossi diseluruh dunia kaget. Karena selama Rossi berkarir di MotoGP, belum pernah melakukan hal bodoh ini.

Jika anda bertanya dari mana asal berita ini, dan siapa pembuatnya? Sindonews jawabannya. Sindonews melalui website resminya menuliskan sebuah artikel bahwa Valentino Rossi akan menyerang Marc dengan merangkul beberapa pembalap. Berikut detail artikelnya.

Berita MotoGP 2016
Berita MotoGP 2016

Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa sindonews menulis artikel itu dari laporan Diarigol (situs berita Spanyol). Yang membuat bingung kita adalah bagaimana bisa Diarigol yang notabenenya tidak ada hubungan apapun dengan Dorna ataupun dengan pembalap MotoGP bisa tau hal licik ini? Mungkin ini hanya sebuah akal-akalan media Spanyol untuk memprovokasi/mencari traffic dan berita ini di tulis ulang oleh sindonews untuk mencari traffic juga? Mari kita investigasi bersama.


  1. Siapa itu Diarigol? Dapat dipercaya semua atau tidak artikel Diarigol?                                         Diarigol adalah website berita swasta milik masyarakat Spanyol, dan sejauh ini Diarigol tidak ada hubungan/kerja sama dengan Dorna. Beberapa website yang berkerja sama dengan Dorna adalah Crashnet, BT-Sport 2, Fox-Sport, Trans 7 (Lokal), Dll. Jadi belum 100% fakta apa yang dituliskan oleh Diarigol, kecuali ada konfirmasi langsung dari Vale.
  2. Sejak kapan Valentino Rossi mempunyai akun WhatsApp Offcial?                                               Kita tahu bahwa selama karirnya di MotoGP, Rossi hanya mempunyai beberapa akun sosial media. Yang paling uptodate tentang berita Vale adalah Twitter dan Facebook. Sementara yang lain seperti Instagram jarang. Dan WA juga bersifat private artinya jikapun Vale punya mungkin hanya beberapa orang penting yang mempunyai akun WAnya, dan bagaimana bisa situs sekecil Diarigol bisa tahu?
  3. Liciknya Sindonews untuk mendapatkan traffic besar, padahal berita belum jelas.                       Yang punya blog/website pasti tau apa yang saya maksud. Jadi begini sistem seorang pemilik blog menghasilkan uang. Pengunjung Tinggi -> Profit Naik. Jadi semakin banyak orang yang mengunjungi blog seseorang maka semakin tinggi juga profit yang didapat pemiliknya. Inilah yang saya maksud dengan liciknya sindonews dalam memanfaatkan keadaan. Dengan menyebar berita yang belum jelas dan mengatas namakan sumbernya adalah Diarigol.
  4. Media Spanyol (Diarigol) sengaja memprovokasi fans Valentino Rossi                                        Dalam hal ini saya belum berani bicara banyak, karena statusnya masih kemungkinan. Mungkin saja Diarigol membuat berita provokasi demi membalaskan dendam Marc yang tahun lalu juga dituduh berkerja sama dengan Lorenzo. Dan itu membuat nama baik Marc dan Jorge turun, dan dengan hal itu demi menjatuhkan balik nama baik Vale, media Spanyol sengaja membuat berita ini.
Jadi dari 4 hal di atas bisa kalian simpulkan sendiri ini berita benar atau tidak. Dan jika kalian langsung mengunjungi situs Diarigol dan membaca artikel ini, disitu tidak dituliskan dari mana sumber berita ini atau siapa yang pertama kali mendengar pembicaraan Vale dalam menghubungi pembalap lain. Jadi, menurut saya berita ini 100% tidak benar. 

Ada pepatah yang berbunyi "Semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula angin yang meniupnya".
Hal ini sama dengan yang dialami Vale saat ini, karir ia makin lama makin tinggi, dalam usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi, ia masih kompetitf di barisan depan MotoGP. Hal ini belum pernah dilakukan pembalap lain seperti Stoner yang menyerah pada usia 27 tahun.

Seperti yang saya katakan di atas, rumor bahwa Vale akan menjatuhkan Marc dengan berkomplot dengan pembalap lain itu 100% tidak benar. Lalu, menurut sahabat Crash4Race sendiri bagaimana? 
Silahkan komentar dibawah ya. 

Rossi Tertarik Dengan Bakat Yang Dimiliki Galang | VR46 Academy News

Rossi Tertarik Dengan Bakat Yang Dimiliki Galang | VR46 Academy News
Foto VR46 Academy saat di rumah Valentino Rossi | VR46 Academy News
 Program Master Camp VR46 Academy sudah memasukki sesi simulasi race, dimana sesi ini dilaksanakan di sirkuit Misano. Pada sesi ini semua murid dari VR46 Academy melakukan uji coba race setelah beberapa waktu yang lalu diberi sedikit pembelajaran mulai dari menjajal flat track dengan motor YZF-R3, tur ke markas besar Yamaha di Italia, pembelajaran mengoperasionalkan perangkat virtual, dan lain-lain.

Setelah race dilaksanakan, Galang peserta dari Indonesia sempat mencuri perhatian. Pasalnya Galang sempat menjadi yang tercepat saat balapan Flat Track dan saat di Misano. Walaupun sempat memimpin balapan saat di Misano, dan sempat beberapa kali berduel dengan Rossi, Galang akhirnya kalah oleh pembalap asal Thailand yang menempati posisi 1.
Baca juga : Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring

"Hari ini adalah hari yang besar bersama seluruh peserta Master Camp. Kami latihan di Misano, saling salip, saling memberi saran. Ini adalah latihan intensif." Ujar Rossi

"Saya cukup terkesan dengan Galang, karena ia mampu menjadi tercepat di Flat Track, dan saat di Misanopun saya sempat beberapa kali batle dengannya. Saya suka dengan gaya balapnya yang kalem namun pasti." Tambah Rossi

Ketika Rossi ditanya oleh wartawan, apakah ia ingin merekrut salah satu pembalap Master Camp ke Sky Racing Team VR46, Rossi menjawab "Untuk hal itu belum bisa diputuskan sekarang, karena kita tahu latihan ini belum selesai sampai disini. Jadi masih mungkin para pembalap ini bisa berkembang lebih jauh. Namun dari hasil latihan dari berbagai sesi, saya tertarik dengan beberapa pembalap." Jawab Rossi

Dari jabawan Rossi di atas bisa kita simpulkan, ada kemungkinan Rossi menambah rider di Sky Racing Team VR46, namun sebelum Rossi memasukkan rider ke Sky Racing Team VR46, harus ada bakat yang luar biasa dari rider tersebut. Dan tidak sembarang rider bisa masuk begitu saja. Kita doakan saja semoga Galang dan kawan-kawan bisa mendapat ilmu turunan dari sang The Doctor.
Baca juga : Daftar Gaji Pembalap MotoGP, Rossi dan Marquez Termahal

Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring

Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring
Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring
Seri MotoGP saat ini sudah sampai seri ke-9, dimana balapan akan digelar di sirkuit Sachsenring, Jerman. Setelah GP Assen yang cukup menampilkan banyak kejutan, mulai dari Lorenzo yang keteteran di posisi belakang, Rossi crash saat memimpin balapan, hingga Jack Miller yang berhasil mengasapi team Pabrikan.
Jika kita membicarakan sirkuit Sachsenring, pasti pikiran kita tidak akan jauh dari pabrikan Honda. Mengingat sejak digelarnya MotoGP di sirkuit ini pada 1961 team pabrikan Honda lah yang paling banyak menang di Sachsenring.
Baca juga : Fenomena Miniatur MotoGP Indonesia di Kalangan Penggemar MotoGP

Anda tidak percaya dengan fakta di atas? Ok, mari kita jabarkan fakta - fakta di sirkuit Sachsenring.
  • Marc Marquez menang di sirkuit ini 2 kali berturut-turut di kelas MotoGP. Tepatnya pada tahun 2014 - 2015.
  • Meskipun Marc menang dua kali berturut-turun di sirkuit ini, namun rekor pemenang di sirkuit ini masih di pegang oleh Dani Pedrosa dengan 4x kemenangan di kelas MotoGP.
  • Pole position terbanyak dipegang oleh Casey Stoner sebelum ia pensiun.
  • Fastest Lap dipegang oleh Marc Marquez
  • Sachsenring pertama kali masuk kalender MotoGP pada tahun 1961
  • Pada 2014, Honda sukses di semua kelas mulai dari Moto3, Moto2, dan MotoGP. Para rider Honda mengisi pole pada GP Sachsenring, rider tersebut adalah Jack Miller, Dominique Aegerter, dan Marc Marquez. 
Dari fakta di atas, kita bisa buktikan bahwa Honda menjadi pabrikan tersukses di sirkuit ini. Kemungkinan besar tahun ini Sachsenring akan dikuasai kembali oleh Marc, jika itu terjadi Marc akan mendapatkan rekor kemengan 3 kali berturut-turut sejak 2014. Ditambah lagi dengan Marc yang memimpin kelasemen sementara MotoGP. Tapi kita tahu, ada duo Yamaha yang siap menghadang Marquez dan Pedrosa. So, semua bisa terjadi di MotoGP.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016

Fenomena Miniatur MotoGP Indonesia di Kalangan Penggemar MotoGP

Miniatur MotoGP Indonesia
Miniatur MotoGP Indonesia | Foto Milik Dmaz Purwo
Tahukah anda, dibalik kepopuleran MotoGP ternyata ada beberapa sisi unik yang mungkin belum anda ketahui? Salah satunya adalah munculnya fenomena Diecast/Miniatur MotoGP mulai dari motor para rider, rider, paddock, umbrella girl, dan lain-lain. Sebenarnya miniatur MotoGP sudah ada sejak awal tahun 2000an namun karena saat itu informasi masih sangat terbatas sekali, hingga item ini hanya ada di negara pembuatanya seperti Italia, Spanyol, dan Jepang.
Baca juga : Ritual-Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan di MotoGP

Namun seiring dengan perkembangan informasi, miniatur MotoGP makin populer di kalangan penggemar MotoGP. Pada tahun 2013 miniatur MotoGP mulai dikenal oleh masyarakat Asia Tenggara seperti, Indonesia, Malaysia, dan Singapur.

Nah dalam hal miniatur MotoGP, ada beberapa pabrik yang memproduksi miniatur MotoGP. Umumnya para pabrik tersebut menjual miniatur dengan 2 cara, yaitu sebut saja Instant dan Eceran. Yang saya sebut instant adalah miniatur dijual langsung menyatu menjadi motor. Sedangkan eceran dijual per item, seperti ban, sasis, on-board camera, velg, dan lain-lain.

Pabrik-pabrik tersebut adalah Saico, Maisto, Newray, Joicity, Altaya, Tamiya, Dan Minichamp. Jika sobat ingin tahu seperti apa penampakan miniatur-miniatur, langsung saja check this out!
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016

Miniatur MotoGP Indonesia
Miniatur MotoGP Indonesia | Foto Milik Dmaz Purwo

Miniatur MotoGP Indonesia
Miniatur MotoGP Indonesia | Foto Milik Dmaz Purwo
Nah jika anda ingin membeli miniatur-miniatur tersebut ada beberapa hal yang perlu anda ketahui. Umumnya miniatur tersebut dijual dengan 2 skala yaitu 1:12 dan 1:18. Selain itu juga ada yang perlu anda perhatikan sebelum membeli miniatur MotoGP yaitu kedetailan miniatur. Makin detail miniatur akan makin tinggi juga harganya.

Harga dari miniatur-miniatur MotoGP ini bervariasi berdasarkan merk dan kedetailannya. Umumnya harga mulai dari 250rb sampai puluhan juta. Jika anda berminat membeli miniatur ini silahkan bergabung dengan Komunitas Pecinta Miniatur Indonesia di Facebook. Disana banyak penjual maupun pelelangan miniatur.
Jika anda berminat join silahkan Klik Disini.
Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda, jangan lupa share, karena sharing is caring.
Baca juga : Daftar Gaji Pembalap MotoGP, Rossi dan Marquez Termahal

Daftar Gaji Pembalap MotoGP, Rossi dan Marquez Termahal

Daftar Gaji Pembalap MotoGP
Daftar Gaji Pembalap MotoGP
MotoGP adalah ajang balap motor terbaik dan terpopuler sepanjang sejarah. Belum ada ajang balap yang bisa mengalahkan kepopuleran MotoGP. Dengan kepopulerannya, mulai dari Eropa sampai Asia pasti mengenal ajang yang satu ini. Apalagi Indonesia yang tercatat sebagai negara dengan penggemar MotoGP terbanyak setelah Italia dan Spanyol.
Baca juga : Ritual-Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan di MotoGP

Di ajang MotoGP hal apa saja bisa terjadi, mulai dari overtake sengit antar rider, crash antar rider, perseturuan dan lain-lain. Namun dibalik semua itu apakah anda tahu seberapa besar gaji para rider MotoGP? Nah jika sobat belum tahu, saya akan kasih tau daftar 5 pembalap MotoGP dengan gaji tertinggi, langsung saja check this out!

Nama
Gaji
Valentino Rossi
130 Miliar
Marc Marquez
130 Miliar
Jorge Lorenzo
84,5 Miliar
Dani Pedrosa
32,5 Miliar
Andrea Dovizioso
13 Miliar

Nah di atas adalah daftar 5 pembalap dengan gaji tertinggi dari musim 2015-2016. Untuk dua musim berikutnya belum ada informasi resmi yang bisa kami dapatkan. Jadi kesimpulannya gaji tertinggi masih dipegang oleh The Doctor dan Baby Alien. Terima kasih, semoga artikel di atas bermanfaat buat sobat GP Mania.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016

Ritual-Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan di MotoGP

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan
Valentino Rossi, pemegang gelar juara dunia kelas MotoGP sebanyak 7 kali ternyata memiliki ritual unik sebelum memulai balapan. Ritual-ritual ini ternyata sudah Rossi lakukan sejak Rossi masih di kelas 125cc.

Tapi jika kita amati, sebenarnya ini bukan ritual mistis untuk meminta bantuan kepada jin atau mahluk semacamnya, melainkan hanya kebiasaan Rossi. Anda ingin tau apa saja ritual-ritual unik Rossi tersebut? check this out!

1. Memegang Sepatu Bootsnya Sendiri
Ritual atau kebiasaan Rossi yang satu ini selalu ia lakukan setiap ia keluar dari pit dan akan menuju ke motornya. Ia akan mengambil sekitar 5 langkah keluar dari pit, setelah itu, Rossi akan membungkuk dan meraih sepatu bootsnya. Hal ini Rossi lakukan agar saat mengendarai motornya wearpacknya akan lebih lentur dan nyaman.

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan Dimulai
2. Jongkok didepan Motor
Ritual Rossi yang satu ini bisa dibilang paling unik dari yang lainnya. Pada saat ritual ini Rossi lakukan, seakan-akan Rossi seperti menyembah motornya, dan jika anda berpendapat bahwa Rossi menyembah motornya anda salah besar. Karena ketika Rossi ditanya oleh wartawan mengenai ritualnya yang satu ini, Rossi menjawab "Saya tidak menyembah motor saya, saya hanya mencoba bicara dengan motor saya agar pada saat saya mengendarainya saya bisa lebih fokus." So, sudah tahukan alasan Rossi melakukan ritual ini?

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Memulai Balapan
3. Membetulkan Wearpack
Nah kalau ritual yang satu ini menurut saya ritual yang paling lucu. Sebagian orang beranggapan bahwa ketika Rossi melakukan ritual ini Rossi sedang membetulkan wearpacknya karena ada sesuatu yang mengganjal dari wearpacknya. Namun semua itu salah, Rossi melakukan ritual ini agar ketika dia berada di atas motornya, Rossi bisa mendapat kenyamanan pada wearpacknya. Dari ritual ini, kita bisa dapat pelajaran bahwa kenyamanan itu penting.

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan

4. Menempelkan Stiker Motornya
Pada saat malam hari sebelum esok harinya dilaksanakan race, Rossi akan mengecek semua stiker motornya. Mulai dari stiker sponsor, sampai stiker ciri khasnya. Untuk stiker pribadinya, Rossi kan menempelkannya sendiri. Ia ingin stiker-stiker yang ia gunakan berada tepat ditempat yang ia inginkan. Ritual yang satu ini hanya dimiliki oleh Rossi, belum ada pembalap lain yang perhatian sekali kepada motornya seperti Rossi.

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan
5. Merenung disamping Motor Setiap Awal Seri Balapan
Banyak penggemas MotoGP yang tidak menyadari kebiasaan Rossi yang satu ini. Dimana setiap awal seri di Qatar, saat Rossi sudah berada starting grid dan menunggu race dimulai, Rossi akan jongkok disamping motornya, seakan-akan merenung. Sebenarnya ritual ini tidak Rossi lakukan di Qatar saja, tetapi di sirkuit lain juga. Namun hanya sebagian, yang paling sering adalah di Qatar, di awal race MotoGP.

Ritual Unik Rossi MotoGP 2016
Ritual Unik Rossi Sebelum Balapan
Nah dari ritual-ritual unik Rossi di atas, bisa kita lihat begitu besarnya cinta Rossi kepada motornya. Sampai-sampai Rossi menganggapnya motornya hidup. Tapi bukan berarti Rossi gila lo ya, ini tentang chemistry. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-teman sobat semua ya.

Lorenzo: Lebih Baik Finish Dengan Sedikit Poin, Daripada Tidak Sama Sekali


Lorenzo Assen 2016

Jorge Lorenzo mengalami mimpi buruk di Assen setelah berjuang di posisi ke-19 dalam kondisi hujan.
The Movistar Yamaha merasa ia tidak memiliki GRIP ban depan M1nya. Jorge Lorenzo sudah
mengalami problem ini sejak menjalani FP2. Namun hingga race, Lorenzo tidak mendapat solusi.

"Saya memperoleh posisi sedikit jauh lebih baik karena orang lain jatuh, bukan karena saya menyalip. Tapi aku tidak kompetitif. Itu sangat sulit untuk menjadi kompetitif di balapan pertama karena saya mungkin lebih lambat dari sebelumnya, "katanya.
Baca juga : Hasil Tes Stoner Bersama Ducati di Misano

 "Saya lebih lambat dan lebih lambat, saya tidak aman dan aku tidak melihat apa-apa. Aku sangat jauh bahkan untuk pengendara berikutnya. Saya bahkan berpikir untuk berhenti mengikuti perlombaan tapi untungnya aku tidak mengambil keputusan itu. Saya bisa memulai kembali balapan, "tambah Lorenzo.
"Dalam balapan kedua dengan ban belakang yang lembut dan sedikit air di trek saya lebih baik, tapi masih saja saya adalah salah satu pembalap paling lambat. [Maverick] Viñales ada di sana dan [Eugene] Laverty juga. Tapi satu-satunya hal yang saya bisa lakukan adalah mencoba untuk tidak crash dan menyelesaikan balapan di tempat kesepuluh - itu saja.
"Sepertinya dengan ban depan ini yang belum pernah digunakan. Kami membuat 30 lap dan ban tampak baru. Saya menderita lebih dari pengendara lain."
Lorenzo mengatakan ia merasa ia mendorong dirinya selama balapan namun ia tidak dapat menjadi kompetitif.
"Ini bukan berarti bahwa saya akan tenang. Saya mendorong dalam pengereman, mendorong akselerasi dan mendorong di tengah sudut tikungan. Tapi sepeda memberi saya peringatan di semua daerah, "katanya. "Jika Anda lambat dan mendapatkan semua peringatan maka Anda dapat crash.
"Biasanya saya mengorbankan sudut lain untuk memiliki kecepatan sudut tetapi jika Anda tidak memiliki kecepatan sudut di tengah-tengah sudut Anda tidak mendapatkan. Dan Anda juga kehilangan pada pengereman. Itulah satu-satunya cara, "tambahnya.Baca juga : Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin

 Lorenzo terpaut 24 poin di belakang Marc Marquez setelah finish dengan hasil positif dari Assen, menunjukkan bahwa saingannya Valentino Rossi mengalami akhir pekan yang bahkan lebih buruk.
"Bagi saya itu bisa jauh lebih buruk. Saya lebih baik finish dengan sedikit poin daripada tidak sama sekali."Tutup Lorenzo.


Setelah hasil race ini, Marc Marquez makin jauh dan makin berpeluang besar untuk menjadi juara dunia. Tapi masih ada paruh musim kedua MotoGP. Masih banyak seri-seri MotoGP yang belum dimulai, itu tandanya segala hal bisa terjadi. Tidak terkecuali bagi Lorenzo dan Rossi yang saat ini juga sedang mengejar ketertinggalan poin mereka. 
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016

Jadwal MotoGP 2016 Resmi Dari Dorna Sport

MotoGP 2016 Jadwal
MotoGP 2016 Jadwal

Jadwal MotoGP 2016 ini adalah jadwal resmi yang dirilis Dorna sejak sebelum race Qatar beberapa bulan yang lalu. Jadwal MotoGP kali ini beda dengan tahun lalu, karena sirkuit Indianapolis yang biasanya ikut ambi bagian dalam MotoGP, tahun ini digantikan oleh sirkuit Red Bull Ring, di Austria.
Baca juga : Hasil Tes Stoner Bersama Ducati di Misano

Alasan penggantian sirkuit tersebut karena sirkuit Indianapolis yang berada di Amerika akan difokuskan untuk carsport, seperti F1, Nascar, dan lain-lain. Sebenarnya ada beberapa option selain sirkuit Red Bull Ring untuk menggantikan Indianapolis, namun Dorna lebih fokus ke Red Bull Ring yang selama ini belum pernah masuk jadwal MotoGP sama sekali.

Selain perubahan itu juga ada perubahan lain dimana race di Assen beberapa waktu lalu, yang notabenenya tahun-tahun sebelumnya race selalu di selenggarakan pada hari sabtu, tahun ini menjadi hari minggu. Untuk formasi sirkuit lainnya tetap seperti tahun lalu, dan final season tetap di pegang sirkuit Valencia, Spanyol.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016

Hasil Tes Stoner Bersama Ducati di Misano

Hasil Tes Stoner Bersama Ducati di Misano
Hasil Tes Stoner Bersama Ducati di Misano
Casey Stoner telah melakukan tes dengan Ducati Desmosedici GP16 di Misano pada tanggal 29 - 30 juni 2016. Casey Stoner menyelesaikan tes dengan target yang memuaskan, menurutnya target kali ini 95% tercapai.

Ketika di Misano Stoner sangat senang bisa kembali riding di Eropa setelah terakhir kali di Valencia pada tahun 2012. Stoner fokus pada pengjian sasis, ban, dan perangkat elektronik. Setelah pengujian berakhir, data-data hasil tes Stoner akan diteruskan ke pabrik Ducati yang ada di Italia dan akan dipersiapkan untuk Desmosedici GP17 mendatang.
Baca juga : Flashback, Fakta-Fakta Unik dan Fenomenal Marco Simoncelli

"Kami melakukan tes yang sangat positif kali ini. Kami membuat target, dan 95% dari target tersebut tercapai. Saya sangat senang, ditambah lagi ini adalah race pertama saya setelah 4 tahun saya pesiun dari MotoGP,"

"Setelah tes ini, hasil dari tes ini akan kami serahkan sepenuhnya ke pabrik Ducati di Italia. Mengenai tahap selanjutnya itu menjadi tanggung jawab pabrik Ducati, apakah saya akan melakukan tes lagi atau tidak." Ujar Stoner saat tes di Misano

Tes ini bersifat sangat private. Jadi sampai saat ini belum ada catatan waktu resmi yang didapat Stoner. Selain Stoner, da juga Sam Lowes yang juga sedang melakukan uji coba bersama Aprilia. Debut pertamanya kali ini ia gunakan untuk mempersiapkan motor yang akan ia gunakan di 2017 mendatang.
Baca juga : Ducati: Larangan Penggunaan Winglet Sangat Konyol

Flashback, Fakta-Fakta Unik dan Fenomenal Marco Simoncelli

Fakta-Fakta Unik dan Fenomenal Marco Simoncelli

Ketika kita mendengar kata Marco Simoncelli pasti kita juga ingat salah satu sirkuit MotoGP yaitu Sepang. Di sirkuit inilah Simoncelli meninggal. Simoncelli terlibat kecelakaan dengan Colin Edward dan Valentino Rossi pada balapan di Sepang 2011. Ia mengalami cedera parah mulai dari kepala hingga tulang ekor. Di sisi lain Simoncelli dikenal sebagai pembalap paling garang di masanya, bahkan jika dibanding dengan Marc gaya balap keduanya 11-12. Sama-sama agresif dan pantang menyerah dalam menggapai posisi teratas sebelum garis finis.

Namun dibalik kegarangan Super SIC (Julukan Simoncelli) tahukah anda ada beberapa fakta yang mungkin belum anda ketahui. Ok, langsung saja check this out!

- Juara Dunia di Sepang, Namun Harus Berakhir Juga di Sepang 

Pada tahun 2008, Simoncelli berhasil menjadi juara dunia pada kelas 250cc. Juara dunia tersebut ia pastikan pada saat Simoncelli naik podium di Sepang dengan mengamankan 16 poin di posisi ketiga. Namun tragisnya ia juga harus berakhir di sirkuit ini pada balapan kelas MotoGP 2011. Jadi sirkuit Sepang menjadi saksi sejarah hidup suka maupun duka keluarga Simoncelli.

 - Bernasip Sama Seperti Dajiro Kato di Team Yang Sama

Dajiro Kato adalah pembalap asal Jepang yang membalap di kelas MotoGP bersama team Honda Gresini Racing. Dajiro Kato sama seperti Simoncelli yang berasal dari team Honda Gresini Racing dan sama-sama meninggal di lintasan. Team Honda Gresini Racing adalah team bentukan mantan rider Italia yaitu
Fausto Gresini.
Baca juga : Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin

- Sampai Saat Ini Masih Menjadi Misteri Bagaimana Bisa Helm Simoncelli Lepas

Pada kecelakaan Simoncelli di Sepang tahun 2011 yang melibatkan Simoncelli, C. Edward, dan V. Rossi terlihat jelas bahwa helm Simoncelli lepas. Namun yang menjadi pertanyaan bagaimana bisa helm yang sudah di lengkapi dengan sistem auto-lock bisa lepas begitu saja? Jika anda berpendapat "Mungkin saja team Marco lupa mengaktifkan fitur tersebut." Itu sama sekali tidak benar. Mengapa? Karena sebelum race dimulai ada pengecekan mulai dari sistem motor, wearpack, helm, dan lain-lain. Jadi mustahil sekali jika fitur tersebut tidak di cek terlebih dahulu. 
Fakta-Fakta Unik dan Fenomenal Marco Simoncelli
Posisi Simoncelli Saat Tertabrak Rossi dan Colin Edward

- Demi Simoncelli Semua Stadion di Italia Mengheningkan Cipta

Semua orang di dunia sedih ketika mendengar berita bahwa Simoncelli meninggal. Tak terkecuali orang-orang di negara Italia, negara dimana Simoncelli dilahirkan. Simoncelli cukup terkenal di negaranya, sampai pada saat ia meninggalpun orang-orang tidak melupakannya begitu saja. Presiden Komite Olahraga Nasional Italia (CONI) Gianni Petrucci memutuskan bahwa sebelum laga seri A dimulai semua peserta dan penonton yang hadir wajib mengheningkan cipta selama 1 menit. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang Simoncelli yang beberapa kali mengumandangkan lagu nasional Italia setiap ia menang di kejuaraan MotoGP. Baik itu di kelas Moto3, Moto2, ataupun MotoGP.
Baca Juga : Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3 

Ducati: Larangan Penggunaan Winglet Sangat Konyol

Larangan Winglet Pada MotoGP 2017

Larangan penggunaan winglet untuk kelas MotoGP akan diberlakukan mulai musim 2017 mendatang. Keputusan ini diambil sejak pembicaraan tentang safety di Catalunya dan Assen beberapa waktu yang lalu.

Nah dari keputusan itu, beberapa pihak dari Ducati sangat menyesalkan keputusan ini. Menurut General Manager Ducati Corse, Luigi "Gigi" Dall"Igna keputusan ini sangat tidak masuk akal karena keputusan ini didasari alasan safety. Menurutnya sampai saat inipun winglet belum pernah mendapat kasus safety atau mencelakai rider.
Baca juga: Video Full Race MotoGP Assen 2016

"Saya sangat tidak suka dengan keputusan ini. Ini sangat tidak masuk akal karena mengatas namakan safety. Dan lebih anehnya pabrikan Jepang pernah menguji aplikasi ini, dan mereka saat ini malah mundur." Ujar General Manager Ducati Corse

Winglet memang sudah menjadi pro-kontra beberapa pembalap MotoGP, karena ada sebagian yang setuju dengan aplikasi ini dan beberapa lagi ada yang tidak setuju karena alasan safety. Penggunaan winglet sempat di protes secara besar-besaran setelah GP Argentina karena tragedi yang menimpa Iannone dan Marc pada turn 1. Dimana saat itu, Iannone yang memaksa masuk ke depan, wingletnya hampir mengenai Marc yang berada tepat di depannya. Untung saja winglet Ian hanya mengenai On-Board Camera Marquez.
Baca juga : Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.


Larangan Winglet Pada MotoGP 2017

Kalau menurut saya sendiri, saya setuju dengan pendapat Rossi yang berpendapat bahwa winglet bukanlah suatu kemajuan, melainkan hanya menutupi sebuah kelamahan. Selain itu winglet juga berbahaya bagi pembalap. Kalau menurut sobat sendiri bagaimana?

Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3

Hasil Moto3 Assen 2016
Hasil Moto3 Assen 2016
Anda sedang membaca : Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3
 
Tak salah lagi, memang balapan untuk kelas Moto3 di Assen minggu lalu adalah balapan paling menegangkan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak? Setiap lap selalu terjadi overtake di posisi 10 besar dan GAP setiap pembalap tidak sampai 0.3s.

Beberapa pembalapan seperti N. Antonelli, Fenati, Bagnaia, Fabio sejak awal balapan sudah memimpin 5 besar. Al hasil setiap lap terjadi overtake. Di samping overtake yang terjadi setiap lapnya, yang membuat saya dan agan menjadi berkeringat dingin, ada beberapa crash yang menimpa beberapa pembalap. Pembalap tersebut di antaranya Aron Canet dan Juanfran Guevera. Kedua pembalap tersebut crash pada 5 lap menjelang finish.

Hasil Moto3 Assen 2016
Hasil Moto3 Assen 2016
Meskipun ada beberapa pembalap yang crash, semua pembalap dalam kondisi ok. Tidak ada cidera serius yang mereka alami. Rata-rata pembalap-pembalap ini crash di chicane corner Assen, dan di high speed corner Assen.
Baca juga : Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.

bukankah krusial dan ketat sekali? Semoga saat di Jerman nanti akan ada race seperti ini lagi. Sangat kometitif, namun tetap menjaga sportifitas. Great Race.

Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.


Valentino Rossi kecewa membuang kesempatan emas untuk mendapat poin MotoGP di Assen pada hari Minggu lalu.

Cepat sepanjang akhir pekan, The Doctor start dari posisi kedua dibelakang Dovisiozo.


Setelah start hujan turun makin deras, hingga pada 15 lap tersisa, red flag diturunkan demi kemanan rider. Setelah di delay beberapa saat, pada 15.10 waktu setempat start kembali dilakukan.


Diawal-awal Rossi begitu kuat, hingga lebih dari 3 lap Rossi membuat GAP yang cukup bagus dari Marc. Namun sial, Rossi sedikit ceroboh saat masuk ke tikungan 10, ia terlalu cepat padahal kondisi trek saat itu masih lumayan licin. 
 
"Saya rasa ini adalah kesalahan terbodoh yang pernah saya lakukan. Anda tahu sejak start saya sudah sangat unggul dari Marc, dan saya juga sudah memuat GAP yang lumayan jauh. Tapi entah mengapa pada saat lap dimana saya crash, saya seperti ingin memacu M1 saya dengan cepat, padahal saya juga tahu bahwa trek masih licin." Ujar Rossi.

Baca juga : Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin

"Sebenernya tujuan saya memacu M1 saya lebih cepat dari sebelumnya adalah karena saya seperti sudah merasa mendapatkan feel yang baik, namun sial saat saya masuk tikungan ke-10 saya melaju terlalu cepat. Saya kehilangan GRIP ban depan dan saya crash."

 
"Saya sempat berupaya untuk kembali ke trek untuk melanjutkan balapan, namun pada saat saya ingin masuk ke trek, saya melihat Marquez dan Miller sudah memutar untuk kedua kalinya (Overlap) hal itu membuat saya membatalkan niat saya."

Baca juga : Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3
 
"Saya kembali ke garasi, dan saya sangat-sangat menyesali hal ini. Rasanya seperti membuang 1kg emas secara cuma-cuma padahal saya sangat membutuhkan emas-emas itu." Tutup Valentino Rossi.


Hasil race di Assen membuat Valentino Rossi dan Lorenzo jauh dari Marquez yang memimpin klasemen sementara. Mungkin kah Valentino bisa menyusul poin Marc? atau mungkin Jorge? Berikan tanggapan anda di komentar. Terima Kasih.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016



Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin


Bisa disebut seri MotoGP kali ini adalah seri paling kacau di tahun 2016. Bagaimana tidak? Mulai dari cuaca di Assen yang tidak menentu sejak sesi Free Pratice, sampai masalah ban depan Michelin yang menjatuhkan 90% pembalap MotoGP termasuk Marc Marquez. Sejak sesi Free Practice sampai sesi kualifikasi total sudah ada lebih dari 10 pembalap yang crash akibat masalah front end pada ban basah Michelin.

Beberapa pembalap pabrikan seperti Marc Marquez sempat di wawancari oleh beberapa awak media soal wet tyre Michelin. "Michelin sudah melakukan kinerja yang cukup baik sepanjang tahun 2016, terbukti dengan terciptanya beberapa record lap baru. Tetapi itu terjadi ketika lintasan dalam kondisi kering, bukan wet. Pada saat wet, kinerja Michelin turun drastis khususnya di ban depan. Hal ini terbukti dari beberapa kecelakaan yang di alami rider pabrikan maupun non-pabrikan pada sesi Free Practice - Kualifikasi. Saya berharap pada sesi selanjutnya di Jerman, Michelin sudah mendapatkan compound yang pas untuk web tyre mereka." Ungkap Marquez

Dari pembicaraan Marc di atas kita sudah bisa simpulkan bahwa Michelin masih super kebingungan dengan wet tyre mereka. Apalagi pada sesi kualifikasi sudah turun hujan, dan di khawatirkan pada saat race nanti akan hujan. Dan benar saja, hujan deras turun pada saat race kelas MotoGP. Race sempat di tunda saat balapan tersisa 14 lap. Sesi di tunda selama kurang lebih 10 menit sampai akhirnya cuaca kembali membaik.

Pada pukul 15.10 waktu setempat start kembali dilakukan, namun lagi-lagi, hujan kembali turun namun tidak separah sebelumnya. Di awal-awal beberapa pembalap seperti Dovi dan Pedrosa crash karena lintasan yang masih licin serta ban Michelin yang masih kurang akrab dengan wet track. Beberapa lap kemudian giliran The Doctor yang crash akibat front end.

Dengan hal itu, Jack Miller yang sebelumnya berada tepat di belakang Marc (2) langsung merangsek ke posisi 1. Marc yang sudah mengetahui bahwa lawan terdekatnya Jorge dan Valentino Rossi mendapat poin yang jauh dari harapan, maka Marc berinisiatif bertahan di posisi ke-2.

Semoga saja dengan semua kejadian di GP Assen kali ini. Michelin dapat meningkatkan peforman wet tyrenya untuk sesi-sesi selanjutnya.