August 2016 - Crash4Race

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Jorge Lorenzo bisa dikatakan gagal dalam race kemarin di Brno. Bagaimana tidak? Ia start dari posisi kedua dan terpental keluar dari 10 besar, dan berakhir di posisi buncit dengan overlap Cal. Karena itulah bisa dikatakan Lorenzo gagal meraih poin dalam race kali ini, padahal sepeser poin itu sangat penting bagi Lorenzo.

Hasil buruk tersebut diakibatkan oleh Lorenzo sendiri. Dimana Lorenzo mengganti motor diluar jadwal kesepakatan tim. Bisa dikatakan tim/mekanik Lorenzo belum memberi intruksi untuk Lorenzo untuk masuk pit mengganti motor, namun Lorenzo secara tiba-tiba masuk ke pit.

Saat masuk pit, Lorenzo juga terlihat marah-marah kepada tim dan mekaniknya. Tentu saja ini membuat mekanik Lorenzo bingung. "Sebenernya apa yang salah dari motor Lorenzo?" Mungkin hal itu yang keluar dari pikiran mekanik Lorenzo.

Mengapa mekanik Lorenzo kebingungan dengan Lorenzo yang mengganti motornya diluar jadwal? Karena dalam strategi Lorenzo tidak ada jadwal mengganti ban motor Lorenzo kecuali motor Lorenzo mengalami kerusakan mesin. Motor Lorenzo menggunakan strategi ban yang sama dengan Rossi, yaitu depan Soft dan belakang Hard.

Setelah kami mencari info dari konfrensi pers setelah race di Brno, kami menemukan alasan mengapa Lorenzo mengganti motor di luar jadwal. "Saat balapan menyisakan 7 lap, aku merasa banku kehabisan grip dan tidak stabil lagi. Memang jika dilihat dari luar banku masih baik-baik saja. Namun jika anda berada di atas motor itu, itu sudah sangat buruk." Klarifikasi langsung dari Lorenzo.

Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa Lorenzo mengganti motornya di luar jadwal tim. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi? Kan sama komposisi ban antara Rossi dan Lorenzo. Saya akan membahas kembali hal itu di artikel berikutnya. Tetap stay di Crash4Race guys.

Ketika Rossi Menggunakan Strategi Jenius Untuk Membungkam Lawannya #MotoGPBrno2016


Buat para Rossifumi pasti sangat bahagia melihat hasil MotoGP kali ini. Bagaimana tidak, strategi jenius Valentino Rossi keluar dalam race kali ini. Start dari grid kedua, terpental jauh di lap pertama, namun semua itu bukan beban bagi Rossi.

Rossi menggunakan strategi seperti yang ia lakukan saat seri MotoGP di Qatar 2015. Ia mempermainkan ban motornya. Saat rider lain berbondong-bondong menggunakan ban tipe soft (depan) - Soft (belakang) namun Rossi malah menggunakan Soft - Hard. Sebenernya ban tipe ini juga dipakai oleh Jorge Lorenzo. Tapi entah mengapa Lorenzo tercecer di belakang Rossi dan justru malah merubah strateginya di akhir-akhir lap.

Kita tahu bahwa Rossi tercecer di lap-lap awal, itu wajar karena ia menggunakan ban belakang hard, yang pasti akan jauh lebih lambat ketimbang pembalap lain yang menggunakan ban belakang soft. Namun ban ini memberi keuntungan bagi Rossi karena ketika pembalap lain yang menggunakan ban soft kehabisan grip, Rossi masih bisa menggeber habis-habisan motornya.

Di lap-lap awal Rossi sudah di overtake lebih dari 1 rider, dan berada di posisi ke 12. Tidak berhenti disitu, Rossi masih di overtake oleh rider lain sampai terakhir berada di posisi ke 13. Dan setelah itu lap demi lap Rossi lewati. Satu demi satu rider di lewati. Mulai dari Dani Pedrosa, Vinales, Pol Espargaro, Marquez, Iannone, Dll.

Namun yang aneh disini adalah keberadaan Lorenzo, dimana ia menggunakan startegi yang sama seperti Rossi namun tidak dapat menyamai posisi Rossi. Lorenzo juga menggunakan ban Soft - Hard. Dan yang lebih aneh lagi, mengapa Lorenzo masuk ke pit mengganti motor padahal grip ban dia masih baik-baik saja.

Dan akibatnya adalah Lorenzo finish di posisi terakhir dan sempat di overlap oleh Crutchlow yang berada di posisi pertama. Entah ada problem dengan motornya atau mungkin yang lain, sampai saat ini belum ada klarifikasi dari Lorenzo.

Dengan hasil ini Valentino Rossi naik ke posisi kedua dengan poin 144, dan Marquez tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 197, sementara Lorenzo turun ke posisi ketiga dengan poin 138.

Crutchlow: "Ini Hadiah Untuk Lucy dan Bayiku."

Cal Cruthlow
Hal luar biasa terjadi dalam seri MotoGP Brno 2016. Banyak hal yang tak terduga. Mulai dari Crutchlow yang menjadi pemenang pada seri ini, hingga skenario jenius Valentino Rossi. Untuk pertama kalinya Crutchlow menjadi pemenang di kelas MotoGP.
Untuk pertama kalinya sejak bergabung di MotoGP Crutchlow meraih victory. Dan bertepatan dengan pertama kalinya Crutchlow meraih victory, ternyata tahun ini buah hati Cal lahir. Yups, kita tahu bahwa Cal menjadi pasangan sejoli dengan Lucy Heron sejak 2014. Jadi victory Cal kali ini seperti kado terbesar untuk Lucy dan sang buah hati.

Selain itu Cal juga menjadi rider pertama dari Inggris yang meraih victory sejak terakhir pada 1981.
"Crutchlow becomes 1st British winner in top class since 1981, beating Rossi and Marquez." Kalimat itulah yang keluar dari Twitter AutoSport. 

Semua orang mengucapkan selamat pada Cal. Mulai dari V. Rossi, Marquez, dan CEO Dorna. Semua orang menyalami, memberi ucapan selamat. Dan terlihat juga seusai race tadi Cal langsung menhubungi sang kekasih (Lucy) via smartphonenya.

Good Job Cal, Keep Doing!

Marquez: "Andai Bahuku Baik-Baik Saja, Mungkin Hasilnya Akan Lebih Baik"


Setelah absen sejak 2010 akhirnya Ducati kembali memuncaki podium bersama Iannone dan Dovizioso. Namun dibalik keberhasilan Ducati ada sedikit masalah di kubu Honda. Honda seperti mengalami kesialan dalam seri kali ini. Dimana Pedrosa tidak mampu tampil dengan gemilang, sementara Marquez yang biasanya berkecimpung di 3 besar, kali ini ia hanya mampu berada di posisi kelima tepat di belakang Rossi.

"Andai saja bahu saya tidak mengalami masalah (cidera) mungkin hasil race kali ini akan lebih baik." Hal itulah yang diungkapkan Marquez setelah race di Austria hari ini.
Kita tahu bahwa Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 pada sesi latihan bebas ketiga.

Bahkan Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter karena cidera yang ia alami. Marquez mengalami cedera dislokasi bagu atau pergeseran tulang bahu. Namun cedera ini tidak begitu parah, terbukti dengan turunnya Marquez di sesi berikutnya hingga sesi race.

Dengan hasil ini Marquez tetap kokoh dipuncak klasemen dengan raihan poin 181, disusul oleh Jorge Lorenzo dengan poin 138, dan Valentino Rossi di posisi ketiga dengan perolehan poin sebesar 124. Bisa dikatakan memang masih jauh selisih poin Marquez dengan duo Yamaha. Tapi bukan berarti Marquez bisa bersantai-santai. Sebab, apapun bisa terjadi dalam dunia balap motor.

Hasil Kualifikasi : 3 Rider Italia Berada di Front Row #GPAustria

Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
"Three rider Italiano is great for us, and it will be interesting during the race later." Begitulah kalimat yang diucapkan Dovisiozo saat wawancara setelah kualifikasi berakhir. Sesuai apa yang dikatakan Dovi bahwa 3 rider Italia yakni Iannone, Valentino Rossi, dan Dovizioso berada di barisan depan di GP Austria nanti.

Iannone yang tampil memimpin sejak FP1 akhirnya mendapatkan hasil saat kualifikasi. Ia mendapatkan posisi pole dengan catatan waktu 1'23.142s. Sementara Rossi yang tepat berada  di belakang Iannone berhasil meraih posisi kedua dengan catatan waktu 1'23.289s atau terpaut 0.147s dari Iannone. Sementara Dovi sebagai penutup dibarisan terdepan menorehkan catatan waktu 1'23.298s.

Dengan begini race di Austria akan lebih menegangkan. Dimana Valentino Rossi akan diserbu oleh duo Ducati dengan powernya yang seperti jet. Sementara Lorenzo dan Marquez berada di posisi keempat dan kelima. Dimana Lorenzo mencatatkan waktu terbaiknya yaitu 1'23.361s dan Marquez 1'23.475s.

Berikut adalah statistik lengkap dari kualifikasi kedua di #GPAustria.

hasil kualifikasi motogp austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria

Marquez Diterbangkan Menggunakan Helikopter Akibat Kecelakaan Parah di Turn 3 #GPAustria

Marquez crash di latihan bebas GP Austria
Marquez crash di latihan bebas GP Austria

Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 sirkuit Austria. Akibat kecelakaan tersebut Marquez terancam tidak bisa mengikuti race di Red Bull Ring, Austria. Padahal sejak awal dibukanya sesi FP3 Marquez sudah memimpin lap time.

Kecelakaan ini mengakibatkan bahu kanan Marquez mengalami dislokasi/pergeseran. Setelah kecelakaan terlihat jelas Marquez memegangi bahu kanannya dengan penuh kesakitan. Bahkan karena parahnya Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter ke rumah sakit Leoben untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan ini terjadi murni karena kesalahan Marquez. Tidak ada sangkut paut dengan rider lain. Kecelakaan terjadi saat Marquez memasuki turn 3, ia melakukan hard brake yang begitu keras. Sehingga motornya slide terlalu lebar dan hampir menabrak Dani yang tepat berada di depan Marquez. Untung saja Marquez bisa menghindari hal itu, namun sayang Marquez harus terlempar dari motornya dan terjatuh. Saat terjatuh bahu kanan Marquez yang terlebih dulu jatuh. Terlebih lagi di turn 3 area gravel hanya berupa aspal keras, bukan pasir. Hal itu yang memperparah kondisi bahu kanan Marquez.

Belum ada konfirmasi dari pihak Marquez, apakah Marquez masih bisa lanjut atau absen dalam seri ini. Berikut adalah video detik-detik kecelakaan Marquez di sirkuit Austria.

Jikapun Ditawari Kontrak Oleh Ducati, Rossi Enggan Menerimanya

Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Menjelang GP Austria banyak berita bahwa bos Ducati Dall'igna tidak pernah ingin Valentino Rossi kembali ke Ducati. Jika kita pikir-pikir itu memang hal wajar, karena Ducati juga belajar dari masa lalu, dimana Rossi pernah gagal bersama Ducati.

Tapi pernahkah anda berfikir kalaupun Rossi diberi tawaran untuk gabung ke Ducati, apakah Rossi mau? Menurut saya Rossi akan menjawab "Tentu saja tidak." Mengapa? Rossi belajar dari masa lalu. Lalu faktor-faktor apa saja yang membuat Rossi enggan untuk kembali ke Ducati? Akan saya jabarkan dibawah.

- Belum Jelasnya Performa Motor Ducati

Kita tahu sejak ditinggalkan Stoner, motor Ducati seperti kehilangan kekuatannya. Ducati memang mempunyai power yang cukup tinggi, sampai-sampai pemegang rekor Top Speed MotoGP dipegang oleh Iannone dengan Desmosedici GP 16 di Mugello beberapa minggu yang lalu. Namun disisi lain, power tersebut seperti tombak balik untuk Ducati karena di brake Ducati tidak cukup kuat. Terlebih lagi Ducati sangat kesulitan di chicane corner. Karena hal itulah yang menjadi pertimbangan Rossi agar tetap di Yamaha.


- Belajar Dari Masa Lalu

Tidak dapat dipungkiri memang, Rossi gagal bersama Ducati. Banyak faktor yang mempengaruhi pada saat itu, mulai dari pengembangan mesin yang buruk, budget Ducati yang memang tipis di kala itu karena kurangnya sponsor, dll.


- Waktu Rossi Yang Tidak Cukup Untuk Mengembangkan Mesin Ducati

Kita tahu umur Rossi saat ini 37 tahun. Menurut perkiraan Rossi ia akan pensiun 2-4 tahun kedepan. Hal tersebut bisa saja membuat Rossi enggan ke Ducati. Mengapa? Kita tahu mesin Ducati masih mempunyai banyak problem. Jika saja Rossi teken kontrak dengan Ducati 2 musim, satu musim pertama untuk mengembangkan motor, lalu musim kedua untuk mengejar target Rossi meraih gelar ke 10-nya. Bisa saja, jika Rossi berhasil memperbaiki motor Ducati dalam satu musim. Bagaimana jika tidak? 

Sebenarnya masih banyak hal yang membuat Rossi enggan ke Ducati, tapi jika kita jabarkan satu per satu disini, mungkin artikel ini akan menjadi seperti lembaran sekripsi yang tiada habisnya. Semoga artikel diatas bermanfaat, and still in crash4race.

Oh iya satu lagi, jika anda ingin request sebuah artikel dari kami, misalnya artikel tentang "Sepang Clash" silahkan kunjungi fanspage kami di link dibawah. Silahkan anda komentar, lalu kami akan menerima request dari anda secepat mungkin. Kami akan membuat artikel yang sedetail dan sesuai fakta pastinya. Terima kasih.
Fanspage Offcial Kami : Fanspage Offcial Crash4Race
Baca juga : Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream
Apa Itu Slipstream
Pasti sudah tidak asing lagi kata Slipstream bagi para pecinta balapan. Baik itu balap motor, mobil, sepeda, atau mungkin pesawat jika ada. Slipstream bisa menjadi keuntungan untuk para rider. Mengapa bisa begitu? Baik akan saya jelaskan Apa itu Slipstream dibawah.

Apa itu Slipstream?


Dalam ilmu fisika/ilmiah Slipstream adalah ruang dibelakang benda yang sedang bergerak, sehingga ruang tersebut tidak terkena tekanan udara dari luar yang membuat benda yang berada di ruang slipstream tersebut dapat lebih cepat dari pada yang didepannya. Misalkan ada motor X yang berada didepan dengan kecepatan 170km/jam dan ada motor Y dengan kecepatan 170km/jam juga tapi motor Y berada di ruang slipstream. Motor manakan yang akan lebih cepat? Jawabannya adalah motor Y. Mengapa? Karena motor Y berada di ruang slipstream yang artinya motor Y mendapat lebih rendah tekanan udaranya.

Slipstream Menurut MotoGP

Pihak MotoGP juga punya definisi khusus tentang slipstream yang bunyinya "Melakukan slipstream adalah tindakan mengikuti pembalap lain di trek lurus, dan memanfaatkan ruang dibelakangnya untuk mendapatkan slipstream. Sehingga pembalap tersebut dapat menciptakan momentum untuk menyalip pembalap didepannya." Kurang lebih seperti itu isinya.

Contoh Penggunaan Slipstream

Salah satu contoh penggunaan slipstream dan berhasil adalah peristiwa The Last Slipstream Mugello 2016. Ya, pada last corner Jorge berada tepat dibelakang Marc namun pada saat finish Lorenzo lah yang berhasil menyentuh duluan. Kok bisa? Apakah masalah akselerasi Honda yang buruk? Bisa jadi. Tapi yang paling mencolok adalah penggunaan slipstream yang dimanfaatkan oleh Jorge Lorenzo.

Kesimpulan

Slipstream sangat vital sekali perannya di MotoGP maupun balap motor lainnya. Jika anda penonton MotoGP dari masa ke masa pasti anda tahu bagaimana pentingnya slipstream. Slipstream juga bisa menjadi obat penutup buruknya akselerasi motor.