June 2016 - Crash4Race

Ducati: Larangan Penggunaan Winglet Sangat Konyol

Larangan Winglet Pada MotoGP 2017

Larangan penggunaan winglet untuk kelas MotoGP akan diberlakukan mulai musim 2017 mendatang. Keputusan ini diambil sejak pembicaraan tentang safety di Catalunya dan Assen beberapa waktu yang lalu.

Nah dari keputusan itu, beberapa pihak dari Ducati sangat menyesalkan keputusan ini. Menurut General Manager Ducati Corse, Luigi "Gigi" Dall"Igna keputusan ini sangat tidak masuk akal karena keputusan ini didasari alasan safety. Menurutnya sampai saat inipun winglet belum pernah mendapat kasus safety atau mencelakai rider.
Baca juga: Video Full Race MotoGP Assen 2016

"Saya sangat tidak suka dengan keputusan ini. Ini sangat tidak masuk akal karena mengatas namakan safety. Dan lebih anehnya pabrikan Jepang pernah menguji aplikasi ini, dan mereka saat ini malah mundur." Ujar General Manager Ducati Corse

Winglet memang sudah menjadi pro-kontra beberapa pembalap MotoGP, karena ada sebagian yang setuju dengan aplikasi ini dan beberapa lagi ada yang tidak setuju karena alasan safety. Penggunaan winglet sempat di protes secara besar-besaran setelah GP Argentina karena tragedi yang menimpa Iannone dan Marc pada turn 1. Dimana saat itu, Iannone yang memaksa masuk ke depan, wingletnya hampir mengenai Marc yang berada tepat di depannya. Untung saja winglet Ian hanya mengenai On-Board Camera Marquez.
Baca juga : Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.


Larangan Winglet Pada MotoGP 2017

Kalau menurut saya sendiri, saya setuju dengan pendapat Rossi yang berpendapat bahwa winglet bukanlah suatu kemajuan, melainkan hanya menutupi sebuah kelamahan. Selain itu winglet juga berbahaya bagi pembalap. Kalau menurut sobat sendiri bagaimana?

Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3

Hasil Moto3 Assen 2016
Hasil Moto3 Assen 2016
Anda sedang membaca : Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3
 
Tak salah lagi, memang balapan untuk kelas Moto3 di Assen minggu lalu adalah balapan paling menegangkan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak? Setiap lap selalu terjadi overtake di posisi 10 besar dan GAP setiap pembalap tidak sampai 0.3s.

Beberapa pembalapan seperti N. Antonelli, Fenati, Bagnaia, Fabio sejak awal balapan sudah memimpin 5 besar. Al hasil setiap lap terjadi overtake. Di samping overtake yang terjadi setiap lapnya, yang membuat saya dan agan menjadi berkeringat dingin, ada beberapa crash yang menimpa beberapa pembalap. Pembalap tersebut di antaranya Aron Canet dan Juanfran Guevera. Kedua pembalap tersebut crash pada 5 lap menjelang finish.

Hasil Moto3 Assen 2016
Hasil Moto3 Assen 2016
Meskipun ada beberapa pembalap yang crash, semua pembalap dalam kondisi ok. Tidak ada cidera serius yang mereka alami. Rata-rata pembalap-pembalap ini crash di chicane corner Assen, dan di high speed corner Assen.
Baca juga : Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.

bukankah krusial dan ketat sekali? Semoga saat di Jerman nanti akan ada race seperti ini lagi. Sangat kometitif, namun tetap menjaga sportifitas. Great Race.

Valentino Rossi : Saya Membuang Emas Begitu Saja, Ini Sangat Bodoh.


Valentino Rossi kecewa membuang kesempatan emas untuk mendapat poin MotoGP di Assen pada hari Minggu lalu.

Cepat sepanjang akhir pekan, The Doctor start dari posisi kedua dibelakang Dovisiozo.


Setelah start hujan turun makin deras, hingga pada 15 lap tersisa, red flag diturunkan demi kemanan rider. Setelah di delay beberapa saat, pada 15.10 waktu setempat start kembali dilakukan.


Diawal-awal Rossi begitu kuat, hingga lebih dari 3 lap Rossi membuat GAP yang cukup bagus dari Marc. Namun sial, Rossi sedikit ceroboh saat masuk ke tikungan 10, ia terlalu cepat padahal kondisi trek saat itu masih lumayan licin. 
 
"Saya rasa ini adalah kesalahan terbodoh yang pernah saya lakukan. Anda tahu sejak start saya sudah sangat unggul dari Marc, dan saya juga sudah memuat GAP yang lumayan jauh. Tapi entah mengapa pada saat lap dimana saya crash, saya seperti ingin memacu M1 saya dengan cepat, padahal saya juga tahu bahwa trek masih licin." Ujar Rossi.

Baca juga : Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin

"Sebenernya tujuan saya memacu M1 saya lebih cepat dari sebelumnya adalah karena saya seperti sudah merasa mendapatkan feel yang baik, namun sial saat saya masuk tikungan ke-10 saya melaju terlalu cepat. Saya kehilangan GRIP ban depan dan saya crash."

 
"Saya sempat berupaya untuk kembali ke trek untuk melanjutkan balapan, namun pada saat saya ingin masuk ke trek, saya melihat Marquez dan Miller sudah memutar untuk kedua kalinya (Overlap) hal itu membuat saya membatalkan niat saya."

Baca juga : Moto3 Assen 2016, Menjadi Nominasi Race Paling Menegangkan Sepanjang Sejarah Moto3
 
"Saya kembali ke garasi, dan saya sangat-sangat menyesali hal ini. Rasanya seperti membuang 1kg emas secara cuma-cuma padahal saya sangat membutuhkan emas-emas itu." Tutup Valentino Rossi.


Hasil race di Assen membuat Valentino Rossi dan Lorenzo jauh dari Marquez yang memimpin klasemen sementara. Mungkin kah Valentino bisa menyusul poin Marc? atau mungkin Jorge? Berikan tanggapan anda di komentar. Terima Kasih.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016



Penyebab Rossi, Dovi, Pedrosa Gagal Finish di Assen yaitu, Front End Michelin


Bisa disebut seri MotoGP kali ini adalah seri paling kacau di tahun 2016. Bagaimana tidak? Mulai dari cuaca di Assen yang tidak menentu sejak sesi Free Pratice, sampai masalah ban depan Michelin yang menjatuhkan 90% pembalap MotoGP termasuk Marc Marquez. Sejak sesi Free Practice sampai sesi kualifikasi total sudah ada lebih dari 10 pembalap yang crash akibat masalah front end pada ban basah Michelin.

Beberapa pembalap pabrikan seperti Marc Marquez sempat di wawancari oleh beberapa awak media soal wet tyre Michelin. "Michelin sudah melakukan kinerja yang cukup baik sepanjang tahun 2016, terbukti dengan terciptanya beberapa record lap baru. Tetapi itu terjadi ketika lintasan dalam kondisi kering, bukan wet. Pada saat wet, kinerja Michelin turun drastis khususnya di ban depan. Hal ini terbukti dari beberapa kecelakaan yang di alami rider pabrikan maupun non-pabrikan pada sesi Free Practice - Kualifikasi. Saya berharap pada sesi selanjutnya di Jerman, Michelin sudah mendapatkan compound yang pas untuk web tyre mereka." Ungkap Marquez

Dari pembicaraan Marc di atas kita sudah bisa simpulkan bahwa Michelin masih super kebingungan dengan wet tyre mereka. Apalagi pada sesi kualifikasi sudah turun hujan, dan di khawatirkan pada saat race nanti akan hujan. Dan benar saja, hujan deras turun pada saat race kelas MotoGP. Race sempat di tunda saat balapan tersisa 14 lap. Sesi di tunda selama kurang lebih 10 menit sampai akhirnya cuaca kembali membaik.

Pada pukul 15.10 waktu setempat start kembali dilakukan, namun lagi-lagi, hujan kembali turun namun tidak separah sebelumnya. Di awal-awal beberapa pembalap seperti Dovi dan Pedrosa crash karena lintasan yang masih licin serta ban Michelin yang masih kurang akrab dengan wet track. Beberapa lap kemudian giliran The Doctor yang crash akibat front end.

Dengan hal itu, Jack Miller yang sebelumnya berada tepat di belakang Marc (2) langsung merangsek ke posisi 1. Marc yang sudah mengetahui bahwa lawan terdekatnya Jorge dan Valentino Rossi mendapat poin yang jauh dari harapan, maka Marc berinisiatif bertahan di posisi ke-2.

Semoga saja dengan semua kejadian di GP Assen kali ini. Michelin dapat meningkatkan peforman wet tyrenya untuk sesi-sesi selanjutnya.